post

Nama Gunawan Dwi Cahyo mulai melesat di industri sepakbola tanah air sejak dirinya menghuni skuad Timnas Indonesia U-23. Berkat kemampuan cemerlangnya tersebut, Gunawan pun berhasil mencuri perhatian manajemen Arema Malang. Dan sejak saat itu, karir Gunawan di industri sepakbola tanah air semakin bersinar. Tidak hanya  itu, Gunawan juga berhasil menarik perhatian wanita mantan istri Pasha Ungu, Okie Agustina dan menikahinya.

Gunawan selalu sempatkan memakan opor buatan sang ibu ketika lebaran

Gunawan selalu sempatkan memakan opor buatan sang ibu ketika lebaran

Membangun mahligai rumah tangga bersama Okie, Gunawan berhasil menyeimbangkan antara keluarga dengan karirnya sebagai pemain sepakbola. Terbukti saat merayakan Hari Raya Idul Fitri tahun ini Gunawan masih sempat mengunjungi kedua orangtuanya di kampung halamannya di Jepara. Selain silaturahmi dengan keluarga besar, tentu saja masakan ibunda adalah salah satu alasan mengapa pemain bertahan Persija Jakarta ini pulang kampung.

Berbagi cerita saat dirinya kepada wartawan, Gunawan mmengakui bahwa dirinya memang merindukan masakan sang ibu yang hanya bisa dirasakannya setahun sekali ketika lebaran. Adalah opor ayam, kuliner khas lebaran yang menjadi favorit bagi Gunawan ketika dirinya pulang menemui sang ibunda. Bek yang sukses mencetak gol debutnya bersama timnas u-23 saat menghadapi Kamboja ini berbagi resep opor ayam favoritnya yang notabene buatan ibunda tercinta.

Boleh Dicoba! Ini Resep Opor Ayam ala Ibunda Gunawan

Ketika mengunjungi kedua orang tuanya di Jepara, Gunawan mengaku bahwa Opor Ayam buatan sang ibu adalah makanan favoritnya. Sebenarnya sang istri Okie juga bisa memasak, namun tetap saja bek Macan Kemayoran ini terkadang suka merindukan masakan buatan ibu. Hal tersebut juga diamini oleh Okie. Okie mengaku bahwa dirinya memang belum bisa meniru resep Opor Ayam ibu mertua nya yang menurutnya sangat khas itu.

Gunawan sangat menyukai opor ayam buatan sang ibu

Gunawan sangat menyukai opor ayam buatan sang ibu

Berikut adalah resep dan cara membuat Opor Ayam kesukaan Gunawan Dwi Cahyo:

Bahan-Bahan:

  • 1 Ekor Ayam (1kg)
  • 750ml Santan
  • 10 butir Bawang merah
  • 4 siung Bawang putih
  • 1 sdm Ketumbar
  • 10 butir Jintan
  • ½ sdt Merica utuh
  • 2 lembar Daun salam
  • 1 batang Batang serai memarkan
  • 1 cm Lengkuas memarkan
  • 4 cm Kayu manis
  • 2cm Jahe
  • 2cm Kunyit
  • Garam secukupnya
  • Minyak untuk menumis

Cara Membuat:

  • Cuci ayam hingga bersih lalu potong jadi 10 bagian. Setelah itu goreng sampai kekuningan agar tidak hancur sewaktu direbus menjadi opor.
  • Haluskan bawang merah, bawang putih, ketumbar, jinten, jahe, dan kunyit. Tumis dengan sedikit minyak panas, lalu masukan juga kayu manis, daun salam, batang serai dan lengkuas. Tumis semuanya sampai harum.
  • Setelah tumisan bumbu menjadi harum dan matang, masukan santan. Rebus santan hingga agak mendidih.
  • Lalu tambahkan potongan ayam yang sebelumnya telah digoreng ke dalam rebusan santan tersebut. Rebus hingga ayam menjadi empuk dan bumbu opor meresap.
  • Opor siap untuk disajikan.

Opor Ayam si Sajian Wajib Ketika Lebaran

Resep membuat opor ayam kesukaan Gunawan

Resep membuat opor ayam kesukaan Gunawan

Ketupat dan opor ayam merupakan sajian wajib setiap masyarakat Indonesia saat Hari Raya Lebaran. Meski hampir semua masyarakat tanah air melakukan tradisi ini, namun ternyata sedikit yang mengetahui asal-usulnya. Mengapa hampir setiap rumah memasak ketupat dan opor ketika lebaran, sejak kapan dan siapa yang mempopulerkan. Namun ternyata ada sebuah artikel yang menjelaskan filosofi tentang ketupat dan opor saat lebaran ini.

Yang pertama yaitu adalah ketupat, makanan yang memiliki bentuk segi empat dan dibungkus daun kelapa ini. Ketupat ternyata memiliki makna keseimbangan alam. Sesuai dengan filosofi masyarakat Jawa Kuno yaitu Kiblat Papat Limo Pancer atau biasa kita kenal dengan Empat Arah Mata Angin.

Sedangkan Opor Ayam itu sendiri memiliki makna filosofis nya tersendiri. Opor sebenarnya bisa menggunakan bahan apa saja, namun satu yang wajib yaitu santan. Santan atau yang biasa dikenal sebagai santen ini diartikan oeh masyarakat Jawa ‘pangapunten’ atau memaafkan. Ini sesuai dengan semangat saling memaafkan yang ada ketika hari lebaran.